You need to enable javaScript to run this app.

Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Kopling Mobil

  • Selasa, 23 Januari 2024
  • Otomotif
  • Team DKC
  • 0 komentar
Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Kopling Mobil

Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Kopling Mobil - Kopling (Clutch) merupakan komponen di dalam sistem pemindah tenaga yang terletak diantara mesin dan transmisi. Kopling berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan sempurna.

Kita tahu, mekanisme pemindah tenaga yang dihasilkan oleh mesin disebut dengan "POWER TRAIN". Mekanisme ini terdiri dari:

  1. Kopling (Clutch)
  2. Transmisi
  3. Propeler shaft
  4. Differential (Gardan)
  5. Axle dan Drive shaft

POWER TRAIN

Kopling yang digunakan pada kendaraan harus memenuhi syarat minimal sebagai berikut:

  • Harus dapat menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke transmisi dengan lembut
  • Harus dapat memindahkan tenaga mesin tanpa slip
  • Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat
Konstruksi Kopling


Konstruksi Kopling

 

Bagian-bagian Kopling dan Fungsinya

Bagian-bagian Kopling dan Fungsinya

1. Facing (bidang gesek): berfungsi untuk meneruskan tenaga putar dari mesin ke transmisi.
2. Cushion Plate: Untuk memperlembut saat kopling berhubungan.
3. Torsion damper: Untuk meredam kejutan saat kopling berhubungan.
4. Clutch Hub:  berfungsi sebagai tempat penghubung antara unit kampas kopling dengan input shaft transmisi. Melalui Clutch Hub, unit kampas kopling dapat melakukan gerakan sedikit maju dan mundur
 

Jenis-Jenis Kopling

Jenis-jenis kopling yang digunakan pada kendaraan antara lain adalah sebagai berikut:
 

1. Kopling Gesek

Dinamakan kopling gesek karena untuk melakukan pemindahan tenaga adalah dengan memanfaatkan gaya gesek yang terjadi pada bidang gesek, yaitu kampas kopling, plat penekan dan roda gila.
  • Ditinjau dari bentuk bidang geseknya kopling dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. Kopling piringan (disc clutch). Kopling piringan adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk piringan atau disc.
  2. Kopling konis (cone clutch). Kopling konis adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk konis.
  • Ditinjau dari jumlah plat yang digunakan kopling dibedakan menjadi 3 yaitu :
  1. Kopling Plat Tunggal. Kopling plat tunggal adalah unit kopling yang hanya mempunya satu kamvas kopling.
  2. Kopling Plat Ganda.
  3. Kopling plat tunggal adalah unit kopling yang hanya mempunyai dua kamvas koplingKopling plat banyak. Kopling Plat Banyak adalah unit kopling yang mempunyai lebih dari dua kampas kopling dalam satu unitnya. Kopling plat banyak biasa digunakan pada sepeda motor dan juga pada transmisi otomatis, yang biasanya bekerja berdasarkan kontrol hidrolik.
Gesekan antar bidang/ permukaan komponen akan menimbulkan panas, sehingga memerlukan media pendinginan.
  • Ditinjau dari lingkungan/ media kerja kopling dibedakan menjadi 2, yaitu:
  1. Kopling Basah : Kopling basah menggunakan media pendingin cairan
  2. Kopling Kering : menggunakan media pendingin udara
Bahan dari kampas kopling tentunya berbeda, antara kopling model basah dan kopling model kering supaya bisa tetap optimal bekerjanya. Untuk mendapatkan penekanan yang kuat saat berhimpitan, sehingga saat meneruskan tenaga dan putaran tidak terjadi slip maka dipasangkan pegas penekan
  • Ditinjau dari jenis pegas penekannya, kopling dibedakan menjadi :
  1. Kopling Pegas Spiral
  2. Kopling Pegas Diapragma

 

1. Kopling pegas spiral
Kopling pegas spiral

Bentuk pegas : Spiral

Kelebihan : 

  • Penekanannya kuat dan kerjanya cepat/ spontan. 
Kekurangan : 
  • Tenaga untuk menekan plat kopling berat
  • Konstruksinya rumit sehingga harganya mahal
  • Penekanan kopling berat, tekanan pada plat penekan kurang merata, jika kampas kopling aus maka daya tekan berkurang, terpengaruh oleh gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi dan komponennya lebih banyak, sehingga kebanyakan kopling pegas spiral ini digunakan pada kendaraan menengah dan berat yang mengutamakan kekuatan dan bekerja pada putaran yang relatif lebih lambat.

 

 

2. Kopling pegas diapragma

Kopling pegas diapragma

Bentuk pegas : Diafragma/ bilah/ daun

Kelebihan : 

  • Tenaga penekanan ringan
  • Penekanan plat kopling lebih merata
  • Tenaga pegas tidak berkurang oleh adanya gaya sentrifugal
Kekurangan : 
  • Penekanan terhadap plat kopling lebih kecil
  • Kontruksinya lebih lemah dibanding pegas spiral dan kurang responsif (kerjanya lebih lambat), sehingga kebanyakan kopling pegas diafragma ini digunakan pada kendaraan ringan yang mengutamakan kenyamanan.

 

Cara Kerja Kopling Gesek Model Plat Tunggal

Kopling berfungsi untuk memindahkan tenaga secara halus dari mesin ke transmisi melalui adanya gesekan antara plat kopling dengan fly wheeldan plat penekan. Kekuatan gesekan diatur oleh pegas penekan yang dikontrol oleh pengemudi melalui mekanisme penggerak kopling. Jika pedal kopling ditekan penuh, tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan tekanan pegas penekan sehingga plat kopling tidak mendapat tekanan. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan kecil dan bahkan tidak bergesekan sehingga putaran mesin tidak diteruskan.

Jika pedal kopling ditekan sebagian/ setengah, tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan sebagian/ setengah tekanan pegas penekan sehingga tekanan plat penekan ke fly wheel berkurang, sehingga plat kopling akan slip. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan terjadisehingga putaran dan daya mesin diteruskan sebagian.

Ilustrasi Kerja KoplingIlustrasi Kerja Kopling

Apabila pedal dilepaskan maka gaya pegas akan kembali mendorong dengan penuh plat penekan. Plat penekan menghimpit plat kopling ke fly wheel dengan kuat sehingga terjadi jepitan yang kuat dan berputar bersamaan. Dengan demikian putaran dan daya mesin diteruskan sepenuhnya (100%) tanpa slip.

Perawatan Kopling Mobil Manual, Tak Cuma Dari Cara Berkendara

Kopling Mobil Manual

Setiap komponen kendaraan tentunya perlu dirawat supaya bisa tahan lama dan tidak lekas aus saat digunakan. Untuk transmisi manual, cara berkendara yang baik bisa membuat kampas koplingnya awet. Berikan ini triknya:

  • Tidak menahan setengah kopling terlalu lama saat sedang menanjak. Saat mobil mulai berjalan normal, lepas pedal kopling secara perlahan. 
  • Saat mulai perjalanan, gunakan gigi terendah atau gigi 1.
  • Posisikan tuas di Netral untuk transmisi manual saat macet, sehingga kita tidak perlu terus menerus injak pedal kopling.
  • Setel Jarak Main Kopling, Bikin Perpindahan Gigi Tidak Nyangkut

Setel Jarak Main Kopling

Atur setelan free play (gerak bebas) pedal kopling supaya pindah giginya tidak nyangkut. Persneling mobil tidak bisa pindah gigi akibat setelan free play yang terlalu bebas. Menyetel ulang dilakukan dengan mengatur baut adjuster untuk memperkecil free play-nya. 

Pada dasarnya sistem penggerak kopling ada dua macam. Pertama, menggunakan kabel sebagai penerus injakan pedal kopling ke sistem kopling yang ada di rumah kopling (belakang mesin). Kedua, kopling dengan sistem penggerak hidrolik.

Pada model kabel, penyetelannya terletak di bawah samping kepala babi (rumah kopling). Penyetelan dilakukan dengan memutar baut untuk memperpendek gerak dari garpu pembebas yang ditahan kabel tersebut.

Sementara model hidrolik, penyetelan di pedal kopling yang berada pada ujung pedal yang terdapat batang pendorong (push rod). Batang pendorong ini kita perpanjang dengan cara mengendorkan baut yang berada pada batang pendorong tersebut. Kemudian batang pendorong kita putar sesuai dengan arah memanjangnya batang tersebut. 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Yoyok DKC#017

- Ketua DKC -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera untuk seluruh pencinta Otomotif di Indonesia. Saya sangat merasa bangga dan bersyukur dapat berada dalam lingkungan…

Berlangganan
Banner